Kamis, 19 Mei 2016

The Huntsman: Winter’s War, Snow White Sequel without The Snow White

Bisa dibilang saya penasaran dengan film ini sejak berita akan dibuat sekuel film pertamanya muncul di awal tahun 2013, ditambah skandal aktris pemeran utamanya dengan pak sutradara yang fenomenal itu membuat proyek film ini maju-mundur. Setelah tertunda sekian lama akhirnya film kedua dari Snow White ini muncul juga.

The Huntsman: Winter’s War mengisahkan Eric, sang huntsman¸ yang terjebak di tengah perseteruan Freya dan Ravenna, dua ratu kakak beradik yang sama-sama cantik dan sama-sama berbahayanya, disamping harus meluruskan situasi dengan istrinya, Sarah, yang Eric sangka telah tiada.


Sesuai judulnya, film ini memang tentang sang huntsman. Kita akan diajak flashback sedikit untuk mengetahui siapa Eric sebenarnya dan apa hubungannya dengan Freya, the ice queen. Film ini bisa dibilang sangat menghibur, apalagi dengan bertabur para pemeran yang tidak perlu diragukan lagi kualitas aktingnya, jadi sedap dipandang mata setelah film pertamanya si Snow White yang minim ekspresi dan chemistry dengan si  huntsman. Awalnya sempat menyangka ini adalah prekuel, tapi ternyata adalah sekuel. Universal bisa dibilang cukup sukses mengusung film sekuel tanpa harus menampilkan Snow White nya. Tidak membosankan dengan selipan humor khas old British disana-sini memberikan hiburan yang pas. Sinematografi dan efek visual sudah pasti keren. Surprise  juga bisa liat si pangeran, Sam Claflin, lagi setelah beberapa tahun belakangan sibuk menjadi Finnick Odair untuk franchise sebelah.
 


 
The Huntsman: Winter’s War adalah salah satu contoh film sekuel yang sukses tanpa harus memunculkan wajah Snow White yang menjadi tema film. Yang butuh tontonan film fantasy, bisa melirik film ini untuk ditonton bersama pasangan.

Nilai: 8,5/10

 

The Last Witch Hunter, A Hunter in Modern Days


Film-film dengan tema supernatural sempat booming beberapa waktu lalu dan sekarang mulai memudar. Bisa dibilang film ini mengusung tema yang sama dengan mencoba konsep orisinil alias tidak mengadaptasi dari buku/novel. Setelah era Twilight, beberapa film supernatural kebanyakan malah flop dan dinilai memiliki kualitas buruk.

The Last Witch Hunter mengisahkan tentang Kaulder yang pada awalnya hanya manusia biasa yang memburu seorang penyihir setelah istri dan anaknya meninggal karena wabah penyakit yang disebabkan oleh si penyihir. Tanpa sengaja, dirinya menjadi abadi karena ‘dikutuk’ oleh ratu penyihir. Perburuan Kaulder pun berlanjut hingga masa modern yang membawanya kembali bertemu dengan sang ratu dan mengungkap kebenaran yang selama ratusan tahun tersembunyi.


Untuk film dengan konsep orisinil, bisa dibilang film ini lumayan berhasil walaupun tidak terlalu extraordinary. Stereotype film dengan hero  pasti menang memang terulang di film ini. Twist di film ini sebetulnya bisa ditebak sejak awal bila penonton sudah biasa menonton film-film dengan twist yang tidak terduga. Sinematografi dan efek visual bisa dibilang cukup bagus.



Akting Vin Diesel memang tidak bisa lepas dari karakter jagoan. Film ini mungkin menjadi refresh moment bagi sang aktor sebelum memulai proyek FF8. Partnernya, si dreamwalker cantik juga sukses mencuri perhatian dengan aksen setengah British nya. Elijah Wood bisa dibilang membuat surprise di film ini. Selain sudah lama tidak melihat Elijah main film popcorn,  karakternya di film ini juga yang memberikan twist di film.

The Last Witch Hunter bisa dibilang tidak terlalu gagal. Untuk yang mencari hiburan dengan film action, film ini bisa jadi pilihan.

Nilai: 7/10